Selasa, 14 Februari 2012

Menunggu Hari

Senin aku menunggu
selasa akupun masih menunggu apakah dirimu baik-baik saja
rabu dirimu masih belum kesini
tidak peduli pagi ini atau nanti
kamis juga masih kosong
jumat, sabtu, atau minggu
setiap hari aku rindukan dirimu
tak seharipun dirimu kembali
seperti hari yang lalu
dihari aku bertemu denganmu
hari dimana aku ingin dekat denganmu
hari dimana kita saling berpegang tangan
hari dimana aku mencintaimu
hari dimana aku bicara denganmu
hari dimana dirimu mendengarkanku
berapa lama lagi akan begini???
aku tidak tahu...
berapa banyak bulan atau tahun???
berapa jutaan memori masa lalu???
aku selalu merindukanmu...

Minggu, 29 Januari 2012

Seluruh Nafas Ini

Lihatlah luka ini yang sakitnya abadi
yang terbalut hangatnya bekas pelukanmu
aku tak akan lupa tak akan pernah bisa
tentang apa yang harus memisahkan kita
saat ku tertatih tanpa dirimu di sini
dirimu tetap ku nanti demi keyakinan ini
jika memang akulah tulang rusukmu
dirimu kan kembali pada tubuh ini
ku akan tua dan mati dalam pelukmu
untukmu seluruh nafas ini...
kita telah lewati rasa yang pernah mati
bukan hal baru bila dirimu tinggalkan aku
tapak kita mencari jalan untuk kembali
tabir cinta yang membawmu kembali padaku...
disaat ku tertatih tanpa dirimu disini
jika memang dirimu terlahir hanya untukku
bawalah hatiku dan lekaslah kembali
ku nikmati rindu yang datang membunuhku
untukmu seluruh nafas ini
ini yang terakhir "aku meninggalkanmu"
dan ini yang terakhir "aku menyakitimu"
dan ini yang terakhir tak akan sia-siakan hidupmu lagi...





(Song: Last Child)

Selasa, 20 Desember 2011

Ku Menyukai Fisik Serta Pribadimu

Aku selalu berusaha merubah diriku menjadi sosok yang seperti dirimu

Fisikmu yang kuat, hatimu yang selalu tulus, jiwamu yang penyayang

Pribadimu yang selalu dapat menghibur dirimu untuk menutupi segala kekurangan dan derita dari mata orang

Ku ingin diriku seperti apa yang dirimu miliki

Dirimu yang selalu ku jadikan inspirasi

Dirimu yang selalu dapat mendorang kuatnya waktu ini

Itu setelah kembalimu mengisi ruangku

Tujuh tahun lalu ku tak bisa mengendalikan pribadimu

Dirimu bukan robotku

Dirimu bukan milikku

Dirimu dengan kebebasanmu

Dirimu dengan duniamu

Dirimu dengan liarmu

Aku bukan perempuan dimasa lalumu

Namun dirimu pernah bilang aku motifasi hidupmu

Aku bukan yang dapat mendengar dan melihat sisi burukmu

Masamu telah lalu

Jiwamu kini telah baru

Yang sudah jadi panutan bagi pikirku

Ku bilang jarangnya aku merindukanmu

Karena aku belajar dari dirimu yang berusaha menguatkan diri dengan menutupi kelemahanku

Dalam waktu dan ruangku dirimu ku rindu dengan perihnya keadaan ini

Hidupnya otakku ada namamu

Istrahatnya fisikku wajahmu menguasai diriku hadir dalam sebuah mimpi pilu

Karena ku yang selalu merindu dan merindu ragamu

Maka biarlah dirimu cukup tahu bahwa aku merindukanmu saat puncak lelahku dengan bahasaku

Lebih dari itu dirimu akan menilai aku baik-baik saja

Begitu juga dengan batinmu

Asal aku tahu bahwa dirimu selalu memikirkan namaku

Karena kepercayaan diriku yang mencintaimu dengan penantianku…





Rabu, 30 November 2011

Semanis Bayangmu


Tak ada yang paham rasanya hidup seperti mati
bernyawa tapi beku
ada namun seperti tak terlihat
awal pergimu itu tangisan dahsyatku
satu tahun jauh fisikmu itu awal derita batinku
malamku tak terjaga
siangku tak lagi terasa
dirimu tetap tiada dari pandang mata
ragamu masih tak teraba
air mata kering entah kemana
kini ku benar-benar sendiri
bukan sendirinya hati
namun sepi jiwa dan ragaku terpendam jauh dalam
ku masih bertahan dalam hanyut kilu lagu kenangan
sebuah kisah masa lalu masih semanis bayangmu yang ku nikmati kini
lukis cerita dengan goresan tinta
"ku menyayangimu..." lembut bisik bibirmu menyentuh telinga damaikan anganku
ku peluk sebuah harap
ku cium imaji yang terlintas
hanya bayangmu yang terlintas untuk terus mencumbu ruangku
tidak hilang, tidak juga nyata
hanya bisu tertahan dalam hasrat kerinduan dengan duka jiwa
tak terdengar lagi jerit perihku
tak terlihat lagi luka sakitku
semua seperti mayat mengapung ikuti arus derasnya sungai seperti mati
dengarkan suara yang tak bernyawa
mata memutih tak berwarna tidak seperti darah dan hati
gelap tak terlihat
semua hidup namun aku telah mati...

Rabu, 23 November 2011

Keadilan Waktu

Dibawah derasnya hujan
ku lapangkan sebuah harapan
terbelenggu dalam lamunan
terpenjara dalam sebuah janji dengan penantian
ku tunggu sebuah keajaiban dari tuhan
melihat keadilan yang menanti kepastian
jangan ada lagi sedih, jangan ada lagi duka
musnahkanlah lara, hapuskan derita...

Selasa, 08 November 2011

Kebencian Hati


Aku berusaha menjadi seperti orang yang buta berpura-pura tidak melihat kau dihadapanku, aku berpura-pura seperti orang bodoh yang terus terdiam pura-pura tidak mengerti apa yang kau lakukan kepadaku, aku berpura-pura tak punya hati dengan tidak memperdulikan bahasa kasarmu yang sering menghinaku, bukan hanya kata-kata yang menyakitkan perasaanku tetapi kelakuanmu terlalu membinatangkanku sebagai manusia, kau bukan kawan tapi bagiku kini kau lawan, aku tidak sama dengan kau jadi jangan pernah berusaha atau berpikir akan sama denganku, jangan pernah berpikir bahwa aku adalah seperti 'pembokat' yang akan menunduk ketika melihat majikannya untuk rasa hormatnya, aku orang yang akan menatapmu sinis saat kau melihatku, hakku untuk tidak menyukaimu dengan alasanku atas sikap dan sifatmu, hakku juga untuk mencari kenyamananku asal aku tidak mengusik hidupmu, cukup adil bagi kita dalam ruang dan waktu, maka dengan tidak adanya kawan akan lebih mengurangi kesempatan untuk membicarakan lingkungan yang menyeret akan sebuah kesalahan...

Senin, 31 Oktober 2011

Hari Esok Ditanganmu

Ada tatap kehampaan dimatamu
terasa sunyikah jiwamu?
apa dirimu merindukan hatimu yang penuh cinta dimasa lalu?
tetap manis raut wajahmu masih sama seperti waktu terakhir ku menatapmu
ada yang beda darimu itu tubuhmu yang lebih kurus
walau dadamu masih terlihat lapang tempat bersandarku setiap saat dulu
tangan itu menggenggam erat pasanganmu
senyummu yang menghilang dari bibirmu kini terlihat lebih dingin
dan ku tak bisa menikmati keceriaan itu lagi
walau ku tak kehilangan kekasihku sepenuhnya namun ku mencari sisa yang tertinggal
apakah ruangmu kini mengejarmu untuk terus berjuang dan berjuang?
inikah pengorbanan untuk masa depan jauhnya jarak lamanya waktu musnah dalam genggam?
ada apa dengan dirimu kini?
ku tau deritamu, ku paham tersiksanya pikir dan hatimu
namun yang tak ku tau apa kabar dengan fisikmu?
ruang penatmu ku buka dengan doa dalam hatiku dengan menyebut namamu
waktu yang menghimpitmu ku bebaskan dengan tawa dan bahasaku
dengan sayang ku katakan "aku akan menunggumu!!!"
orang-orang disekelilingmu yang menyiksa anggap mereka angin lalu
dengan dukungan dan harapan masa yang akan datang menantimu
jangan putus asa aku masih disampingmu untuk menjalani dengan menggandeng lenganmu
jangan pernah merasa sepi aku pastikan selalu ada untuk waktumu
terlalu egois jika aku berpikir bahwa seakan-akan akulah orang yang paling menderita dalam keadaan ini
padahal jauh lebih tersiksayaitu dirimu
dan kini ku mulai pahami itu...
kalahkan segala belenggu yang menguasaimu
satu langkah lagi mimpi dan impian sudah ditanganmu...
aku mencintaimu sayangku, semangatlah selalu!!!